23.6 C
New York

Ketua Wilayah Adat Lapago Kabupaten Jayapura Tegaskan Pentingnya Menjaga Kamtibmas dan Menolak Segala Bentuk Provokasi Jelang 1 Juli 2026

Published:

JAYAPURA – Menjelang 1 Juli 2026, Ketua Wilayah Adat Lapago Kabupaten Jayapura, Nius Jigwa, mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat Papua, khususnya warga Lapago, agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan maupun provokasi yang berpotensi mengganggu stabilitas di Tanah Papua.

Nius Jigwa menegaskan bahwa menjaga kedamaian merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, Papua membutuhkan suasana yang aman dan kondusif agar aktivitas masyarakat, pelayanan publik, pendidikan, perekonomian, dan pembangunan dapat terus berjalan dengan baik.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Lapago di Kabupaten Jayapura maupun di seluruh Papua untuk tetap menjaga persatuan, mengedepankan kebersamaan, dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang dapat memecah belah masyarakat,” tegas Nius Jigwa.

Ia menilai bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, namun pelaksanaannya harus tetap mengedepankan cara-cara yang damai, menghormati hukum, serta tidak mengganggu ketertiban umum maupun hak masyarakat lainnya.

Lebih lanjut, Nius Jigwa meminta para tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan seluruh pemangku kepentingan agar mengambil peran aktif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif serta memperkuat nilai-nilai persaudaraan yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Papua.

“Kita tidak boleh memberi ruang bagi tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik, perpecahan, ataupun mengganggu keamanan. Papua harus tetap menjadi tanah yang damai, tempat seluruh masyarakat dapat hidup berdampingan dengan saling menghormati,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, memastikan kebenarannya sebelum mempercayai atau menyebarkannya, serta mengutamakan komunikasi yang baik dalam menyelesaikan setiap persoalan.

Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan fondasi penting bagi kemajuan Papua. Oleh karena itu, sinergi antara masyarakat, pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh unsur terkait harus terus diperkuat demi menjaga persatuan dan menciptakan kehidupan yang aman serta harmonis.

Mengakhiri imbauannya, Nius Jigwa mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum menjelang 1 Juli sebagai kesempatan untuk menunjukkan kedewasaan, menjaga persaudaraan, dan bersama-sama merawat kedamaian di Tanah Papua.

“Jangan biarkan siapa pun memecah persatuan kita. Mari kita buktikan bahwa masyarakat Papua mampu menjaga keamanan, menghormati perbedaan, dan bersatu membangun masa depan yang lebih baik. Tuhan memberkati kita semua. Shalom,” pungkasnya.

Related articles

Recent articles

spot_img