5.4 C
New York

Ketua PGGP Papua Tegas: Kekerasan dan Pembunuhan Tidak Dapat Dibenarkan

Published:

JAYAPURA — Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Papua (PGGP) Provinsi Papua, Pdt. M.P.A. Maury, S.Th., dengan tegas mengecam tindakan kekerasan dan pembunuhan yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan, termasuk penembakan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian di Kabupaten Jayawijaya.

Menurut Pdt. Maury, tindakan kekerasan yang dilakukan dengan menghilangkan nyawa manusia tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Perbedaan pandangan, kepentingan maupun persoalan yang terjadi tidak seharusnya diselesaikan dengan cara-cara kekerasan.

Sebagai tokoh agama dan bagian dari masyarakat Papua, Pdt. Maury menegaskan bahwa kehidupan manusia harus dihormati dan dilindungi.

“Kami sangat menyesalkan dan mengecam setiap tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa manusia. Setiap kehidupan adalah berharga di hadapan Tuhan. Karena itu, pembunuhan dan kekerasan terhadap sesama manusia harus kita tolak bersama,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tindakan kelompok yang menggunakan kekerasan dan senjata terhadap masyarakat maupun aparat sipil. Menurutnya, tindakan semacam itu justru menghadirkan ketakutan, penderitaan dan korban baru bagi masyarakat yang seharusnya mendapatkan rasa aman.

“Jangan jadikan masyarakat sebagai korban. Jangan jadikan Tanah Papua sebagai tempat untuk mempertontonkan kekerasan. Tidak ada perjuangan atau kepentingan apa pun yang dapat membenarkan pembunuhan terhadap manusia yang tidak berdaya,” ujarnya.

Pdt. Maury meminta tindakan kekerasan dihentikan dan seluruh pihak menghormati kehidupan serta hukum yang berlaku. Ia juga mengajak masyarakat tidak melakukan aksi balasan yang berpotensi memperpanjang rantai kekerasan.

Di sisi lain, masyarakat diminta memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap setiap kasus secara profesional dan memproses pihak-pihak yang terbukti melakukan tindak pidana sesuai hukum.

“Biarkan hukum bekerja. Siapa pun yang melakukan pembunuhan dan kekerasan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui proses hukum. Jangan ada lagi korban berikutnya hanya karena kekerasan terus dibalas dengan kekerasan,” katanya.

Pdt. Maury juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, menjaga ketenangan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama agar situasi keamanan tidak semakin memburuk.

Kepada keluarga para korban, ia menyampaikan dukacita mendalam serta doa agar Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan.

“Tanah Papua tidak membutuhkan lebih banyak air mata dan korban. Papua membutuhkan kehidupan yang aman, persaudaraan dan kedamaian. Mari kita hentikan kekerasan dan bersama-sama menjaga Tanah Papua sebagai rumah bagi semua,” pungkasnya.

Related articles

Recent articles

spot_img